GROSIR XAMTHONE Plus

Selasa, 11 November 2008

Apa manfaat natrium klorida (garam) sebagai bahan pengawet?

UNTUK PEMESANAN HOLISTIC DIAMOND SALT DAN SEMUA PRODUK HOLISTIC BIO MEDICINE YANG ASLI LEGAL BERSERTIFIKAT SILAHKAN HUBUNGI BADRUDIN MUHSIN DI HP: 085227044550 / 021-91913103 email / YM : binmuhsin_group@yahoo.co.id
===
SUMBER:
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080127042803AAibJhW
===

Apa manfaat natrium klorida (garam) sebagai bahan pengawet?


Rincian tambahan

9 bulan lalu

seperti manfaatnya dalam kesehatan dibanding pengawet2 lain, atau dalam kualitas bahan yang di awetkan oleh garam.
---

Jawaban Terbaik - Dipilih oleh Suara Terbanyak

Garam memiliki rumus ki-mia NaCl, atau natrium chlorida. Natrium (sodium) merupakan mineral yang amat penting untuk menjaga keseimbangan asam-basa. Natrium juga bisa mengontrol tekanan osmotik cairan, terutama dalam serum darah dan di luar sel (ekstra-seluler).

Keseimbangan asam-basa dalam serum darah harus terjaga agar setiap organ tubuh bisa menjalankan tugasnya. Jika derajat keasaman (pH) tidak seimbang, misalnya terlalu asam atau terlalu basa, mineral tertentu akan mudah mengendap.

Ini bisa mengakibatkan pembentukan batu ginjal, endapan asam urat pada persendian, dan lain-lain.

Darah mengandung 0,9 persen NaCI. Manusia memerlukan sekitar 200-500 mg natrium setiap hari untuk menjaga kadar garam dalam darah agar tetap normal, sehingga tubuh tetap sehat. Natrium juga penting untuk fungsi otot dan syaraf.

Kekurangan natrium sering dihubungkan dengan berbagai gangguan kesehatan seperti keram otot (cramping), lemas, sering lelah (fatigue), kehilangan selera makan, penurunan daya ingat, daya tahan terhadap infeksi menurun, luka sulit sembuh, gangguan penglihatan, rambut tak sehat dengan ujung terbelah, dan bercak-bercak putih di kuku.

Di sinilah arti penting garam terhadap tubuh manusia. Tetapi konsumsi garam berlebihan juga bisa berakibat fatal. Sebab natrium bekerja menahan air di dalam tubuh, sehingga volume darah yang beredar pun bakal meningkat.

Peningkatan volume darah akan meningkatkan tekanan pada dinding pembuluh darah. Dan inilah yang disebut hipertensi (tekanan darah tinggi). Hipertensi dapat berefek luas terhadap kesehatan. la da-pat berakibat timbulnya gangguan jantung, stroke, dan sebagainya.

Menyerap Air

Tetapi kelebihan garam di dalam tubuh juga dapat mengakibatkan pembengkakan bagian-bagian tubuh. Garam bersifat higroskopis atau mudah menyerap air. Jika mengkonsumsinya secara berlebihan, konsentrasi garam dalam cairan akan meningkat.

Selanjutnya, garam akan menarik keluar banyak cairan yang tersimpan di dalam sel, sehingga memenuhi ruang di luar sel. Akibatnya tubuh atau bagian tubuh tertentu terlihat membengkak, misalnya pembengkakan kaki pada ibu hamil. Bisa pula menyebabkan kegemukan, karena air yang tertahan dalam tubuh.

Pembengkakan (oedema) dan melonjaknya tekanan darah mudah terjadi pada mereka. Jika gejala pembengkakan diabaikan, dan konsumsi garam tidak dibatasi, dapat mengakibatkan keracunan kehamilan, bahkan keguguran (preklamsia).

Data yang dilansir WHO menyebutkan, 100 juta orang di China mengidap hipertensi. Jumlah ini bertambah 3 juta orang setiap tahun. Sekitar 15 juta orang dari mereka meninggal akibat penyakit jantung.

Menurut penelitian, konsumsi garam tertinggi ditemukan di Jepang Utara, yakni 28 gr / orang / hari. Sebanyak 38 persen penduduknya mengidap hipertensi. Sebaliknya, penduduk Alaska yang mengonsumsi garam hanya 4 gr / harisangat jarang menderita hipertensi.

Berapa banyak garam yang dibutuhkan tubuh? Menurut Dr Lewis K Dahl, peneliti dari New York, tiap orang hanya memerlukan sekitar 2 gr atau 1,5 sendok teh garam setiap hari. Saat ini rata-rata konsumsi garam di dunia adalah 5-6 gram / orang / hari.

Kelebihan konsumsi garam memicu gangguan kesehatan manusia saat ini. Jika ingin mempertahankan kesehatan tubuh, sangat disarankan agar kita mengurangi penggunaan garam saat memasak, dan meminimalkan konsumsi makanan kalengan yang mengandung garam sebagai pengawet. (Dwi Widayanto-32)
  • 9 bulan lalu
---
alah satu faktor penting yang mempengaruhi suatu medium dapat mendukung kehidupan bakteri adalah kadar garam. Kebanyakan bakteri akan mati dalam medium dengan kadar garam tinggi, karena garam akan mengikat air di dalam sel atau menyebabkan cairan dalam tubuh keluar akibat proses osmosis.

Membubuhkan/menambahkan garam dalam jumlah besar pada makanan atau air tempat makanan direndam dapat membunuh bakteri dan membuat makanan yang disimpan tidak cepat membusuk (makanan membusuk karena ada bakteri yang hidup). Pada tingkat yang sangat tinggi, kadar garam juga dapat membunuh makhluk hidup yang lebih kompleks seperti serangga.

Garam sering digunakan karena harganya yang murah dan sifatnya yang tidak beracun bagi manusia dibandingkan bahan pengawet lain, selain menimbulkan citarasa baru pada makanan yang diawetkan (asinan).

Salam,
Eddy
  • 9 bulan lalu
---
Cara mengawetkan makanan dengan garam yang paling tua adalah pembuatan ikan asin. Namun demikian kita ketahui bahwa terdapat pula bakteri yang dapat hidup dalam tingkat keasaman yang tinggi, oleh karena itu ikan asin juga bisa cepat membusuk.

Satu hal yang disayangkan bahwa banyak produsen ikan asin yang menggunakan formalin agar lebih tahan lama. Untuk mendeteksi apakah ikan asin pakai formalin dapat kita amati, yakni bila ikan tersebut tidak ada lalat yang mau hinggap, maka berarti pakai formalin.

Semoga bermanfaat.
  • 9 bulan lalu



0 Comments: